Cari buku favoritmu, cek ketersediaan stok, atau baca E-Book langsung dari perangkatmu.
De Susanti
Archel, siswi kelas X SMA Astra Angkasa 1, dikenal sebagai gadis penuh semangat. Senyumnya selalu menebar kebangatan, tak pudar meski tumpukan ujian menanti di badapannya. Sampai akhirnya, kedatangan seorang murid baru mengguncang bari-harinya. Tatapan dan sikap murid itu membangkitkan kembali ingatan yang lama ia kubur. Apakah ini hanya bayangan masa lalu, ataukah takdir sedang memberi kesempatan kedua? Di balik catatan dan kanvas hidupnya, Archel akan menemukan jawaban yang bisa mengubah segalanya.
Ika Lestari Damayanti, Yusnita Febrianti, Pipit Prihartanti Suharto, Iyen Nurlaelawati, Aji Jehan Fellani & Hendra
Halo adik-adik kelas IX. Buku English for Nusantara hadir kembali untuk kalian. Buku English for Nusantara Kelas IX ini akan menemani kalian untuk mengeksplorasi penggunaan Bahasa Inggris dalam lingkungan sekolah, rumah, dan keseharian kalian. Buku ini nantinya akan membersamai kalian untuk belajar berbagai macam topik, penggunaan bahasa, ilustrasi, dan kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan lingkungan kalian sebagai remaja dalam berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Inggris. Kalian akan ditemani kembali oleh Galang, Monita, dan Andre untuk mempelajari Bahasa Inggris dalam konteks lingkungan rumah dan sekolah. Buku Peserta didik English for Nusantara sudah dikembangkan sesuai dengan Capaian Pembelajaran yang dimuat dalam Kurikulum Merdeka. Nanti kalian akan mempelajari Bahasa Inggris yang beranjak dari keterampilan berbahasa lisan menuju bahasa tulis. Keterampilan berbahasa yang difokuskan pada buku ini meliputi menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis dan merepresentasikan yang disajikan secara terpadu dalam berbagai jenis teks. Ada berbagai jenis teks yang akan kalian pelajari nantinya. Mulai dari teks narrative, recount, descriptive, report, sampai procedure. Teks report merupakan teks yang baru dipelajari di Kelas IX yang merupakan satu keluarga dengan teks descriptive yang sudah dipelajari oleh kalian di kelas VII dan VIII. Teks report yang disajikan di buku Kelas IX berfokus pada teks faktual yang terkait dengan hewan khas Indonesia. Kalian juga akan belajar Bahasa Inggris melalui berbagai aktivitas seru seperti berdiskusi dan menyampaikan keinginan atau perasaan dalam dialog-dialog. Di buku ini juga kalian akan mempraktikkan Proil Pelajar Pancasila dan topik penting dari Sustainable Development Goals (SDG) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Nantinya kalian akan berkesempatan untuk mengeksplorasi pengalaman melalui topik terkait kesadaran lingkungan, kebugaran, literasi inansial, dan kesehatan mental. Buku English for Nusantara Kelas IX akan memotivasi dan mendukung kalian dalam menguasai Bahasa Inggris sebagaimana diamanatkan dalam Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Melalui topik, ilustrasi, dan karakter yang ditampilkan, adik-adik yang duduk di kelas IX akan dapat mengeksplorasi Bahasa Inggris. Nantinya rasa percaya diri kalian dalam menggunakan Bahasa Inggris akan meningkat. Akhir kata, Tim Penulis English for Nusantara berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku ini. Semoga buku ini dapat memberi banyak manfaat. Selamat belajar.
Ika Lestari Damayanti, Iyen Nurlaelawati, Mahmud Layan Hutasuhut, Yusnita Febrianti, Raymon Rahmadhani & Gilang Asri Devianty
Selamat, peserta didik Kelas VIII. Kalian telah menapaki tahap lebih tinggi lagi sehingga ruang pengembangan kemampuan Bahasa Inggris kalian lebih terbuka lagi karena Kurikulum Merdeka yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memberikan kesempatan luas untuk pengembangan potensi seorang pembelajar. Terkait dengan pengembangan kemampuan Bahasa Inggris inilah, English for Nusantara Kelas VIII diterbitkan untuk memberikan arahan dalam mengeksplorasi penggunaan Bahasa Inggris di berbagai lingkungan dalam kehidupan seorang remaja. Lingkungan itu dapat berupa lingkungan sekolah, rumah, ataupun masyarakat sekitar. Keberagamanpun tampak pada topik yang dibahas. Penggunaan bahasa, ilustrasi, dan kegiatan pembelajaran di dalam buku ini disesuaikan dengan karakteristik peserta didik sebagai remaja dengan materi kebahasaan yang dikemas melalui interaksi kehidupan tokoh-tokoh utama buku ini; Galang, Monita, dan Andre. Tokoh-tokoh ini merepresentasikan remaja Indonesia dalam konteks lingkungan rumah dan sekolah. Untuk membantu pemerolehan kemampuan Bahasa Inggris kalian, Buku Peserta didik English for Nusantara menggunakan pendekatan GenreBased Approach yang dikombinasikan dengan proses pemerolehan bahasa pertama dan bahasa tambahan yang beranjak dari keterampilan berbahasa lisan menuju bahasa tulis. Keterampilan berbahasa yang difokuskan pada buku ini meliputi menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis dan merepresentasikan yang disajikan secara terpadu dalam berbagai jenis teks. Isi materi buku ini dikembangkan berdasarkan Capaian Pembelajaran yang dimuat dalam Kurikulum Merdeka dengan memperhatikan keterkaitan dari setiap tingkat. Contoh nyata keterkaitan itu adalah jenis teks yang digunakan dalam buku seri English for Nusantara ini. Buku Kelas VIII ini terkait dengan teks recount, narrative, descriptive, dan procedure. Teks recount dan narrative merupakan teks yang baru dipelajari di Kelas VIII sedangkan descriptive dan procedure merupakan jenis teks yang sudah pernah diajarkan di Kelas VII namun dikemas dengan topik yang baru. Selain jenis-jenis teks yang sudah disebutkan, English for Nusantara mendukung pengembangan keterampilan berbahasa pada fase ini dengan mengintegrasikan penggunaan Bahasa Inggris untuk berdiskusi dan menyampaikan keinginan atau perasaan dalam dialogdialog yang menunjang topik utama dalam setiap babnya. Fakta-fakta ini memastikan benang merah kompetensi bahasa Inggris kalian sebagai peserta didik Kelas VIII akan memiliki keterhubungan dengan materi lanjutan di Kelas IX dan sesuai dengan Capaian Pembelajaran pada fase D. Poin penting lain dari buku ini adalah unsur terkait dengan Profil Pelajar Pancasila dan Sustainable Development Goals (SDG) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ditampilkan secara terpadu dengan pembelajaran Bahasa Inggris. Kedua poin ini memberikan memberikan kesempatan kalian untuk mengeksplorasi pengalaman mereka melalui topik terkait kesadaran lingkungan, kebugaran, dan kesehatan mental. Belajar dengan menggunakan English for Nusantara Kelas VIII dapat memotivasi dan memberi dukungan dalam menguasai Bahasa Inggris sebagaimana diamanatkan dalam Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Melalui topik, ilustrasi, dan karakter yang ditampilkan, kalian dapat mengeksplorasi Bahasa Inggris sehingga kalian dapat menumbuhkan rasa percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi-situasi yang dekat dengan kehidupan kalian. Akhir kata, Tim Penulis English for Nusantara berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku ini. Semoga buku ini dapat memberi banyak manfaat.
Eva Y. Nukman & Anna Farida Kurniasari & Helva Nurhidayah
Salam. Wow, kelas sembilan! Ini tahun terakhir kalian di Sekolah Menengah Pertama. Banyak hal yang sudah kalian ketahui, banyak pula yang masih harus kalian pelajari. Setiap pengetahuan tentu menuntun kalian menuju pengetahuan lain yang lebih luas, lebih dalam, juga lebih menantang. Buku ini akan menjadi salah satu teman belajar kalian. Semoga kalian dapat mengeksplorasi berbagai tema, memperluas wawasan, dan mengasah keterampilan berbahasa. Selamat belajar.
Eugenia Rakhma Subarna & Soie Dewayani & Cicilia Erni Setyowati
Salam! Sekarang kalian sudah meninggalkan bangku sekolah dasar. Di bangku SMP ini, kalian mendapatkan teman baru dan materi belajar baru. Buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII ini akan mengajak kalian mengekplorasi ragam bacaan dari berbagai tema yang ada di sekitar kalian. Diskusikan bacaan ini dengan teman dan guru kalian, ya. Tentunya, bacaan-bacaan ini dapat menambah pengetahuan kebahasaan dan kesastraan, serta menginspirasi kalian untuk mencipta dan berkarya. Semoga bacaan-bacaan ini makin membuat kalian gemar membaca dan menulis. Selamat menikmati lingkungan belajar yang baru! Semoga petualangan belajar kalian di kelas tujuh menyenangkan.
Elly Delfia & Maya Lestari Gusfitri
Salam hangat untuk semua! Selamat datang di kelas VIII. Selamat melanjutkan petualangan seru belajar bahasa Indonesia. Semoga proses belajar kalian menyenangkan. Kalian akan mempelajari beberapa teks menarik dalam Buku Bahasa Indonesia untuk SMP/ MTs Kelas VIII ini, seperti menulis teks laporan hasil observasi, menulis iklan dan slogan, menulis artikel ilmiah populer, mengulas karya fiksi, menciptakan puisi, dan menulis teks pidato. Materi yang disajikan pada setiap bab mengajak kalian untuk meningkatkan rasa toleransi, rasa peduli, dan saling menghargai. Kalian juga diajak untuk berpikir kritis sebagai cermin Profil Pelajar Pancasila. Kalian juga mempelajari nilai-nilai estetika atau keindahan yang terkandung dalam karya fiksi dan puisi. Selain itu, kalian juga belajar menulis teks pidato sekaligus mempraktikkan cara berpidato yang baik. Semoga hari-hari kalian menyenangkan belajar bahasa Indonesia di kelas VIII. Semangat terus dalam belajar dan budayakan gemar membaca!
Yudha Pangesti Nurul Chomaria Tyas K. W. Ahmad Husni
Sekilas kisah tentang Yami yang ingin memiliki tubuh ideal seperti idolanya, yaitu Bang Jago. Karena menurut Yami, memiliki tubuh yang ideal akan membuatnya terlihat gagah dan dikagumi teman-temannya. Berbagai cara akan Yami lakukan untuk menjadi seperti apa yang diimpikannya, mulai dari berolahraga serta teratur dalam menjaga pola makanan yang bernutrisi. Namun, halangan terberat Yami dalam menjalani latihan ini justru dari dirinya sendiri, serta lingkungan sekitarnya yang selalu mengalihkan Yami dari tujuannya sehingga membuat Yami sulit konsisten untuk terus berolahraga dan makan makanan yang bernutrisi. Mampukah Yami menjadi seperti apa yang diimpikannya? Bagaimana cara Yami melewati berbagai godaan yang selalu mengalihkan Yami dari tujuannya. Yuk, ikuti kisah Yami!
Dewi Cholidatul
Tradisional tak melulu bermakna kolot. Justru, berkelanjutan! Kesadaran itu saya dapatkan saat menulis tentang desa-desa adat yang ada di Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Namun, bagaimana isu ini bisa ditarik sebagai isu menarik bagi remaja? Diskusi asyik dengan mentor, Mbak Soie Dewayani (juga masukan dari Abah Tasaro GK di presentasi awal), membuka mata saya bahwa menghadirkan cerita bermuatan lokal tetapi tetap menarik tidaklah mudah. Tak segampang itu! Lalu, saya melirik seorang anak remaja yang sedang bertumbuh, mencari jati diri, dan gandrung pada hal-hal kekinian. Dia membaca, menonton anime, dan menyanyikan lagu-lagu berbahasa Asia Timur yang tak saya kenal. Belakangan, dia sengaja memotong rambutnya sendiri tidak presisi, layaknya tokoh anime. Kegemarannya menggambar menunjang hobi barunya. Itu, dia! Anime! Dan begitulah cerita kampung adat dan dunia anime bertemu dalam buku ini. Bagaimana sosok Jalu, Ijad, dan Utari, yang sedang mencari jati diri, sedang kebingungan antara mencintai tanah kelahirannya dan merespons perubahan zaman di sekitarnya. Berbagai proses itu juga ditangkap dengan baik oleh Felishia. Goresan tangannya memberikan nyawa sehingga cerita ini tampak lebih hidup, sekaligus memberikan jeda bagi pembaca dengan gambar-gambar yang ciamik dan keren. Kepada merekalah, saya berterimakasih. Rasa terimakasih juga saya sampaikan kepada dua narasumber dari Kampung Naga, Pak Ucu Suherlan dan Kang Ijad. Tak lupa, saya juga berterimakasih pada art-director, Siti Wardiyah, layouter Frisna YN, Mas Akunnas Pratama selaku penanggung jawab buku novel bergambar jenjang D, serta seluruh tim Pusat Perbukuan atas kesempatan yang diberikan. Semoga buku ini menginspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk mengejar mimpinya, tetapi tetap bangga terhadap identitasnya.
Ina Inong Hary C. krisna
Ini cerita tentang si Kabayan. Anak yang suka sekali makan dan jajan. Tidak ada pekerjaan yang disukai, selain bersantai sepanjang hari. Namun, pada suatu hari, Ada peristiwa yang terjadi.
73 penulis berasal dari 9 provinsi yang mewakili 30 bahasa daerah
Salah satu materi pembelajaran pada MB-17: RBD ini adalah menulis cerita pendek (cerpen). Sebagai sebuah keterampilan berbahasa, menulis cerpen merupakan kombinasi dan refleksi dari kemampuan lingual dan imajinasi yang kompleks agar bisa menghasilkan cerita yang menarik dan enak dibaca. Untuk mencapai kemampuan ini, para penulis muda tersebut perlu dibina dan diarahkan secara benar dengan bimbingan para penulis (cerpenis) yang sudah berpengalaman menghasilkan karya-karya yang teruji. Oleh karena itu, para pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) bidang cerpen kami fasilitasi melalui kegiatan lanjutan berupa Kemah Cerpen agar kemampuan mereka terus berkembang dan terasah dengan lebih baik. Harapan kami adalah mereka akan benar-benar menjadi tunas- tunas baru calon penerus penulis karya sastra dalam bahasa daerahnya masing-masing, baik berupa cerpen khususnya maupun karya-karya sastra lainnya, di kemudian hari. Model pembinaan yang intensif dan berkelanjutan seperti ini, kami yakini, akan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kekhawatiran hilangnya minat penutur muda bahasa daerah dalam berkarya sastra, khususnya dalam bahasa daerah mereka. Pada tahun 2023 ini, ada 73 peserta berasal dari 9 provinsi yang mewakili 30 bahasa daerah. Dari para peserta itu telah dihasilkan sebanyak 80 cerpen yang telah dikurasi oleh para sastrawan bahasa daerah masing- masing sebagaimana termuat di dalam antologi ini. Karena dihasilkan oleh tunas bahasa ibu dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia, antologi cerpen berbahasa daerah karya mereka ini layak disebut sebagai “zamrud khatulistiwa”.
KWANFWOONG LEE
Tidak ada sinopsis tersedia.
SOONBONG HEO
Tidak ada sinopsis tersedia.